Beritapro.net, Bandar Lampung, – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Lampung Selatan cek kesehatan para Jama’ah Haji , Selasa (5/5/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan para Jama’ah Haji yang mau berangkat ke tanah Suci.
” Hari ini kami dari tim IDI Kabupaten Lampung Selatan melakukan cek kesehatan para Jama’ah Haji untuk memastikan kesehatan mereka, ” Ujar Dr.Wahyu.
Selain itu juga, Dr.Wahyu berkeliling digedung asrama mengecek langsung kesiap siagaan para tim medis.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jama’ah tetap prima dan siap melanjutkan perjalanan menuju ketanah suci dengan aman dan nyaman.
Ditempat yang sama, Drs.H.M.Ansori,M.Kom.I Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Lampung menjelaskan total Jama’ah Haji asal Lampung tahun ini berjumlah 5.869 orang. Jumlah tersebut bertambah karena adanya tambahan kuota dari wilayah jakarta.
” Untuk tahun ini jumlah Jama’ah Haji seluruh Lampung ada 5.869 orang, karena ada tambahan dari jakarta. Mereka terbagi dalam 13 kloter penuh menggunakan maskapai Saudi Arabian Ekspress nantinya akan digabungkan dengan DKI menggunakan maskapai Garuda Indonesia sebanyak 136 orang untuk petugas gabungan di kloter terakhir. Di kloter terakhir itu tidak ada petugas dari Lampung, hanya kloter 1 Lampung sampai kloter 13 hingga kloter 7 dan kloter 21, ” Jelas Ansori Kakanwil Kemenhaj Provinsi Lampung.
Ditanya soal kendala, Ansori menuturkan bahwa hal yang biasa terjadi setiap tahunnya adalah keterlambatan keberangkatan akibat sakit, bahkan ada yang meninggal dunia namun sebelum masuk asrama.
” Untuk kendala, biasanya ada keterlambatan karena Jama’ah yang sakit. Setiap tahun memang ada, bahkan ada yang meninggal namun itu terjadi sebelum masuk asrama. Kemudian ada Jama’ah yang mungkin kelelahan, kami observasi dan rawat di klinik yang ada disini, bahkan ada yang sampai dirujuk. Setelah dirawat dan dinyatakan sehat mereka dikembalikan ke asrama haji lalu diterbangkan. Namun jika kondisinya belum memungkinkan keberangkatannya kita tunda dulu, jika kesembuhannya berbarengan dengan kloter lain kita akan gabungkan dan jika belum sehat ya kita tunda bahkan bisa batal, ” Pungkasnya Ansori.








