Beritapro.net, Lampung Selatan,- Hadir dalam acara Rakor juga sebagai Nara Sumber, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ariswandi, SH.,MM, Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI), Andre Juang Perangin-Angin serta Dinas Perizinan lamsel atau yang mewakili. bertempat di Grand Elty, desa merak belantung, Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (5/3/2024).
Nampak hadir Diputi Bidang Usaha Mikro, Bapak Yulius, Asisten Diputi Perlindungan & Permodalan Usaha Mikro, Muhammad Firdaus dan Kabid Perlindungan Usaha Mikro, Muhammad Nur.
Dalam sambutannya Aryantoni, S. Sos., M.M menyampaikan, Rakor pada hari ini merupakan kegiatan dari kementrian, berupa bantuan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terkait Bencana tsunami pada tahun 2018 silam
” Ini merupakan program dari kementerian, untuk kecamatan yang terdampak tsunami, ” terang Aryantoni.
Untuk kecamatan yang diundang pada Hari ini, ada 3 kecamatan, yakni kecamatan Kalianda, Rajabasa dan Sidomulyo, dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 30 orang.
Aryantoni juga menjelaskan, kegiatan ini menindaklanjuti dari kejadian beberapa tahun silam, dengan tujuan untuk pemulihan ekonomi, untuk para saudara-saudara kita yang terdampak tsunami agar kembali bangkit.
” Dengan adanya kegiatan ini, manfaatkanlah bantuan yang telah diberikan, semoga bisa terbantu, ” Pinta aryantoni.
Di tempat yang Sama, Andre selaku Kacab BRI mensosialisasikan, pentingnya untuk peserta Yang hadir agar menjadi nasabah BRI, BRI banyak sekali keuntungan-keuntungan yang di dapat.
Kami juga pihak BRI menawarkan asuransi untuk para nasabah dengan nilai cukup ringan.
” Dengan setiap tahun rekeningnya di debet 100 ribu atau 200 ribu tergantung pilihan, nasabah sudah menjadi peserta asuransi, mudah kan, ” ujar Andri juang.
Sementara perwakilan dari Dinas Perizinan menjelaskan, untuk para pelaku usaha resiko rendah, maka surat izinnya cukup satu, yakni Nomer Induk Berusaha (NIB).
Untuk usah mikro kwalifikasinya tinggi, maka, harus didampingi Dengan izin yang lainya. Sebagai contoh Apotik usahanya mikro, tapi tingkat resikonya menengah tinggi.
” Untuk yang beresiko tinggi, pemenuhan rekomnya diberikan olah Dinas Kesehatan, sebagi teknis yang membidangi. Sementara untuk yang tidak berisiko cukup NIB saja, ” paparnya.
Sementara, Ariswandi selaku kepala pelaksana BPBD menyampaikan, bagaimana kita membangkitkan kembali pelaku UMKM, bagi yang terdampak Tsunami pada 2018 yang lalu.
Seperti yang telah disampaikan Nanang Ermanto, selaku pemerintah daerah lamsel, telah mengambil langkah- langkah yang cepat terkait peristiwa tsunami, pada 2018 silam.
Terbukti dengan di bangunnya Hunian Tetap (Huntap), bagi warga yang terdampak Tsunami, sekaligus sudah bersertifikat.
” Ini membuktikan, bahwa Pemerintah Daerah benar-benar peduli, baik peduli untuk UMKM, juga tempat tinggal mereka, ” Ungkap Ariswandi.
Ariswandi juga berharap, dengan adanya Rakor teknis ini, agar pelaku UMKM dapat hidup kembali di Lampung Selatan, Pungkasnya. (Red)








